Apa yang telah Yokohama tinggalkan untuk Anda? Baru saja, Anda berdiri di lantai observasi pada ketinggian sekitar seratus meter di atas permukaan laut, memandang kota ini dari segala penjuru. Siluet anggun
Bay Bridge. Puing-puing yang terlelap di bawah hamparan rumput
Taman Yamashita. Charlie Chaplin yang pernah melangkah di geladak
Hikawa Maru. Atap
Osanbashi yang bertopang pada bidang semata, tanpa satu tiang pun. Kota masa depan yang lahir di atas
bekas lahan galangan kapal. Pada setiap pemandangan itu, tersimpan sebuah kisah yang menunggu untuk dituturkan. Dan kini, Anda telah turun ke lantai satu, berdiri di hadapan sebuah lensa.
Lensa Fresnel yang dahulu bertakhta di puncak menara ini — menerangi lautan, memandu para pelaut menuju Yokohama. Memandang kota dari ketinggian langit, lalu mendekat hingga hampir dapat menyentuh kenangan yang tersimpan dalam cahaya. Kedua pengalaman ini mencerminkan dua sisi kota Yokohama itu sendiri. Dari kejauhan, ia tampak sebagai kota pelabuhan yang semarak dan memukau. Namun bila Anda mendekat, di bawah kakinya tersusun lapisan-lapisan waktu yang berlapis-lapis. Selama lebih dari seratus enam puluh tahun, kota ini telah berkali-kali hancur dan berkali-kali terlahir kembali. Puing-puing bencana diurug menjadi taman. Kota yang hangus dilalap api perang dibangun kembali dari nol. Galangan kapal yang telah usai perannya disulap menjadi kota masa depan. Kekuatan sejati Yokohama mungkin bukan pada kemampuannya untuk kembali seperti semula, melainkan pada keberaniannya untuk terus berubah. Bagi Anda, Yokohama adalah tempat seperti apa? Taman tempat bermain di masa kecil.
Pecinan yang Anda susuri dalam perjalanan sekolah. Panorama malam pertama kali bersama orang terkasih. Malam di
stadion ketika suara Anda habis karena sorak-sorai. Atau mungkin, hari ini adalah perjumpaan pertama Anda dengan kota ini. Apa pun yang membawa Anda ke sini, pemandangan yang Anda saksikan hari ini akan tetap tinggal di dalam diri Anda. Sebelum melangkah pergi, menolehkah sekali lagi ke arah lensa itu. Selama empat puluh tujuh tahun, lensa ini tak henti-hentinya memancarkan cahaya ke kegelapan lautan. Kini ia tak lagi menerangi samudra. Namun cahayanya telah menjelma menjadi sesuatu yang lain — diteruskan, dan hidup abadi di dalam kenangan Anda yang telah datang berkunjung ke sini. Yokohama Marine Tower adalah pendongeng paling setia yang dimiliki kota ini. Dan mulai hari ini, Anda pun telah menjadi salah satu dari mereka yang mengenal kisahnya.
Apa yang telah Yokohama tinggalkan untuk Anda? Baru saja, Anda berdiri di lantai observasi pada ketinggian sekitar seratus meter di atas permukaan laut, memandang kota ini dari segala penjuru. Siluet anggun
Bay Bridge. Puing-puing yang terlelap di bawah hamparan rumput
Taman Yamashita. Charlie Chaplin yang pernah melangkah di geladak
Hikawa Maru. Atap
Osanbashi yang bertopang pada bidang semata, tanpa satu tiang pun. Kota masa depan yang lahir di atas
bekas lahan galangan kapal. Pada setiap pemandangan itu, tersimpan sebuah kisah yang menunggu untuk dituturkan. Dan kini, Anda telah turun ke lantai satu, berdiri di hadapan sebuah lensa.
Lensa Fresnel yang dahulu bertakhta di puncak menara ini — menerangi lautan, memandu para pelaut menuju Yokohama. Memandang kota dari ketinggian langit, lalu mendekat hingga hampir dapat menyentuh kenangan yang tersimpan dalam cahaya. Kedua pengalaman ini mencerminkan dua sisi kota Yokohama itu sendiri. Dari kejauhan, ia tampak sebagai kota pelabuhan yang semarak dan memukau. Namun bila Anda mendekat, di bawah kakinya tersusun lapisan-lapisan waktu yang berlapis-lapis. Selama lebih dari seratus enam puluh tahun, kota ini telah berkali-kali hancur dan berkali-kali terlahir kembali. Puing-puing bencana diurug menjadi taman. Kota yang hangus dilalap api perang dibangun kembali dari nol. Galangan kapal yang telah usai perannya disulap menjadi kota masa depan. Kekuatan sejati Yokohama mungkin bukan pada kemampuannya untuk kembali seperti semula, melainkan pada keberaniannya untuk terus berubah. Bagi Anda, Yokohama adalah tempat seperti apa? Taman tempat bermain di masa kecil.
Pecinan yang Anda susuri dalam perjalanan sekolah. Panorama malam pertama kali bersama orang terkasih. Malam di
stadion ketika suara Anda habis karena sorak-sorai. Atau mungkin, hari ini adalah perjumpaan pertama Anda dengan kota ini. Apa pun yang membawa Anda ke sini, pemandangan yang Anda saksikan hari ini akan tetap tinggal di dalam diri Anda. Sebelum melangkah pergi, menolehkah sekali lagi ke arah lensa itu. Selama empat puluh tujuh tahun, lensa ini tak henti-hentinya memancarkan cahaya ke kegelapan lautan. Kini ia tak lagi menerangi samudra. Namun cahayanya telah menjelma menjadi sesuatu yang lain — diteruskan, dan hidup abadi di dalam kenangan Anda yang telah datang berkunjung ke sini. Yokohama Marine Tower adalah pendongeng paling setia yang dimiliki kota ini. Dan mulai hari ini, Anda pun telah menjadi salah satu dari mereka yang mengenal kisahnya.