Kini, di hadapan Anda terbentang sebuah kota yang telah berkali-kali hancur dan berkali-kali terlahir kembali selama lebih dari 160 tahun.
Yokohama Bay Bridge melintas dengan anggun di mulut Teluk Tokyo, sementara di bawah sana, hijaunya
Taman Yamashita membentang seperti selendang di tepi laut. Lebih jauh, lambung hitam
Hikawa Maru mengapung dalam diam, sementara di sisi seberang, deretan gedung pencakar langit
Minato Mirai berkilauan di cakrawala. Namun, hanya empat puluh tahun yang lalu, di tempat itu masih berdiri deretan crane galangan kapal yang menjulang tinggi. Setiap sudut pemandangan yang tampak dari lantai observasi ini menyimpan sebuah kisah yang menanti untuk diceritakan. Coba pandangi sekeliling Anda. Apakah Anda menyadari bahwa pada pilar-pilar kaca terukir beberapa "pertanyaan"? "Adakah kapal yang tak bisa melewati jembatan itu?" "Apa gerangan 'sesuatu' yang pertama kali menginjakkan kaki di sini?" Pertanyaan-pertanyaan yang sedikit misterius, namun membangkitkan rasa ingin tahu. Arahkan kamera ponsel Anda ke kode QR yang ada di dekat pertanyaan tersebut, dan kisah-kisah tersembunyi dari tempat itu akan hadir dalam bentuk suara, lengkap bersama jawabannya. Anda tidak perlu mendengarkan semuanya secara berurutan. Mulailah dari pertanyaan mana pun yang paling menarik hati Anda. Kota Yokohama adalah tempat yang bisa diumpamakan sebagai "lapisan waktu" — di mana budaya yang datang dari seberang lautan bertemu dan berlapis-lapis dengan kehidupan yang telah berakar di tanah ini. Gegap gempita pembukaan pelabuhan, kehancuran akibat gempa bumi dan perang, dan setiap kali itu pula, tekad manusia yang bangkit kembali. Lantai observasi ini telah menyaksikan semuanya. Mari, dekati pilar-pilar kaca itu dan temukan pertanyaan pertama Anda. Kisah Yokohama yang hanya milik Anda, dimulai dari sini.
Kini, di hadapan Anda terbentang sebuah kota yang telah berkali-kali hancur dan berkali-kali terlahir kembali selama lebih dari 160 tahun.
Yokohama Bay Bridge melintas dengan anggun di mulut Teluk Tokyo, sementara di bawah sana, hijaunya
Taman Yamashita membentang seperti selendang di tepi laut. Lebih jauh, lambung hitam
Hikawa Maru mengapung dalam diam, sementara di sisi seberang, deretan gedung pencakar langit
Minato Mirai berkilauan di cakrawala. Namun, hanya empat puluh tahun yang lalu, di tempat itu masih berdiri deretan crane galangan kapal yang menjulang tinggi. Setiap sudut pemandangan yang tampak dari lantai observasi ini menyimpan sebuah kisah yang menanti untuk diceritakan. Coba pandangi sekeliling Anda. Apakah Anda menyadari bahwa pada pilar-pilar kaca terukir beberapa "pertanyaan"? "Adakah kapal yang tak bisa melewati jembatan itu?" "Apa gerangan 'sesuatu' yang pertama kali menginjakkan kaki di sini?" Pertanyaan-pertanyaan yang sedikit misterius, namun membangkitkan rasa ingin tahu. Arahkan kamera ponsel Anda ke kode QR yang ada di dekat pertanyaan tersebut, dan kisah-kisah tersembunyi dari tempat itu akan hadir dalam bentuk suara, lengkap bersama jawabannya. Anda tidak perlu mendengarkan semuanya secara berurutan. Mulailah dari pertanyaan mana pun yang paling menarik hati Anda. Kota Yokohama adalah tempat yang bisa diumpamakan sebagai "lapisan waktu" — di mana budaya yang datang dari seberang lautan bertemu dan berlapis-lapis dengan kehidupan yang telah berakar di tanah ini. Gegap gempita pembukaan pelabuhan, kehancuran akibat gempa bumi dan perang, dan setiap kali itu pula, tekad manusia yang bangkit kembali. Lantai observasi ini telah menyaksikan semuanya. Mari, dekati pilar-pilar kaca itu dan temukan pertanyaan pertama Anda. Kisah Yokohama yang hanya milik Anda, dimulai dari sini.