Hikawa Maru ― Siapakah Penumpang Paling Terkenalnya?

Hikawa Maru ― Siapakah Penumpang Paling Terkenalnya?

Di dermaga Taman Yamashita, sebuah lambung kapal berwarna hitam tertambat dengan tenang. Itulah Hikawa Maru. Siapakah orang paling terkenal yang pernah menaiki…

Multilingual AI audio guide exhibit on WOUDiO (PWA). WOUDiO pioneered the world’s first audio guide platform with built-in donation: listeners can support the cultural venue without leaving the listening experience. The text below is the localized description, details, and narration script for this audio guide stop.
Di dermaga Taman Yamashita, sebuah lambung kapal berwarna hitam tertambat dengan tenang. Itulah Hikawa Maru. Siapakah orang paling terkenal yang pernah menaiki kapal itu? Jawabannya adalah Charlie Chaplin. Pada tahun 1932, sang raja komedi yang telah memikat seluruh dunia memilih kapal ini untuk menyeberangi Samudra Pasifik. Jalur Pasifik Utara yang menghubungkan Seattle dengan Yokohama. Hikawa Maru adalah kapal kargo penumpang kebanggaan Nippon Yusen, dengan kabin kelas satu yang menampilkan interior anggun bergaya Art Deco — sebuah grand hotel yang berlayar di atas lautan. Bayangkanlah Chaplin berjalan di geladak itu, menyantap makan malam di ruang makan, lalu duduk bersandar di kursi dek sambil menatap cakrawala Samudra Pasifik yang membentang luas. Namun kehidupan Hikawa Maru tidaklah selalu gemilang. Kapal yang mulai beroperasi di jalur Seattle pada tahun 1930 dan bersinar sebagai primadona Pasifik itu, kelak menjelma menjadi wujud yang sama sekali berbeda akibat perang. Selama Perang Pasifik, Hikawa Maru dikerahkan sebagai kapal rumah sakit angkatan laut. Lambungnya yang kini berwarna putih dihiasi tanda palang merah, dan ia pun berlayar mengangkut para prajurit yang terluka. Dari kapal penumpang yang megah, ia berubah menjadi kapal yang memikul derita dan doa. Satu lambung yang sama, menanggung beban dua zaman yang sungguh berbeda. Tiga kali kapal ini bersentuhan dengan ranjau laut. Tiga kali pula ia selamat, menolak untuk tenggelam. Di antara seluruh kapal kargo penumpang besar milik Nippon Yusen, hanya Hikawa Maru seorang diri yang berhasil bertahan melewati perang. Setelah perang berakhir, Hikawa Maru kembali berlayar di jalur Pasifik dan terus beroperasi hingga tahun 1960. Setelah pensiun, ia ditambatkan di Taman Yamashita, Yokohama — kota tempat ia dilahirkan — dan tetap berada di sana hingga hari ini. Lambung hitam itu menyimpan keduanya: kemegahan dan kepedihan, kegembiraan dan luka. Tawa Chaplin, dan keheningan kapal rumah sakit. Lebih dari sembilan puluh tahun telah berlalu, namun Hikawa Maru tetap mengapung di tempatnya, mengukir di kulitnya yang terbuat dari besi segala sesuatu yang pernah disaksikan oleh pelabuhan Yokohama. Dibangun: Selesai tahun 1930 (Shōwa 5) Galangan kapal: Yokohama Dock Co., Ltd. Bobot kotor: 11.622 ton Panjang keseluruhan: 163,3 m Jalur pelayaran: Jalur Seattle (Yokohama–Seattle) Penumpang terkemuka: Charlie Chaplin (1932) Masa perang: Dikerahkan sebagai kapal rumah sakit khusus angkatan laut Petambatan: Ditambatkan di Taman Yamashita sejak tahun 1961 Status: Cabang Museum Sejarah Nippon Yusen · Aset Budaya Penting (ditetapkan tahun 2016)

https://woud.io/marinetower/id/4