Pelabuhan Yokohama ― Apa "Sesuatu" yang Pertama Kali Mendarat?

Pelabuhan Yokohama ― Apa "Sesuatu" yang Pertama Kali Mendarat?

Begitu banyak hal yang pertama kali tiba di Pelabuhan Yokohama — dan bukan hanya satu. Sejumlah hal yang luar biasa banyaknya melakukan pendaratan pertamanya…

Multilingual AI audio guide exhibit on WOUDiO (PWA). WOUDiO pioneered the world’s first audio guide platform with built-in donation: listeners can support the cultural venue without leaving the listening experience. The text below is the localized description, details, and narration script for this audio guide stop.
Begitu banyak hal yang pertama kali tiba di Pelabuhan Yokohama — dan bukan hanya satu. Sejumlah hal yang luar biasa banyaknya melakukan pendaratan pertamanya di Jepang melalui tepian laut ini. Ambil es krim, misalnya. Konon pada tahun 1869, seorang pria bernama Machida Fusazō membuat dan menjual es krim pertama di Jepang di sepanjang Bashamichi — Jalan Kereta Kuda — di sini, di Yokohama. Sensasi dingin nan manis yang dinikmati di bawah terik matahari musim panas itu: sebuah kenikmatan yang kini kita anggap sudah semestinya ada, namun bermula dari pelabuhan inilah segalanya dimulai. Bir pun menempuh jalan yang sama. Dari tahun-tahun terakhir periode Edo hingga era Meiji, kegiatan pembuatan bir mulai berkembang di pemukiman asing, dan Yokohama pun menjadi tempat lahirnya budaya bir Jepang. Pada tahun 1870, seorang Amerika bernama William Copeland membuka sebuah pabrik bir di Tenpuku, Yokohama. Dan di antara Yokohama dan Tokyo itulah telepon menjalani uji coba praktis pertamanya di Jepang. Pada tahun 1890, layanan sentral telepon telah mulai beroperasi. Lampu gas pertama yang pernah menerangi jalanan Jepang pun pertama kali dinyalakan di sini, di Yokohama. Pada tahun 1872, sinar lembut yang mulai bersinar di sepanjang Bashamichi menjadi lambang hidup dari peradaban dan pencerahan Jepang. Pada tahun yang sama, jalur kereta api pertama Jepang beroperasi antara Shimbashi dan Yokohama, peluitnya bergema di atas kota pelabuhan ini. Ketika semua itu dirangkai bersama, sebuah kebenaran mulai tampak dengan jelas. Begitu banyak dari apa yang kita anggap biasa dalam kehidupan Jepang hari ini — hal-hal sehari-hari, yang sudah dianggap wajar — pertama kali mendarat di pelabuhan ini. Pelabuhan Yokohama bukan sekadar pusat perdagangan dan logistik. Ia adalah pantai tempat budaya-budaya baru dan teknologi-teknologi baru pertama kali menjejakkan kaki. Pandanglah kini hamparan air yang terbentang di hadapan Anda dari lantai observasi ini. Dari suatu tempat di balik lautan yang tenang itu, hal-hal yang belum dikenal datang menunggangi gelombang — manis dan pahit, cahaya dan kecepatan. Semuanya menyeberangi samudra ini, turun ke dermaga-dermaga ini, dan pada waktunya menyebar ke setiap sudut Jepang. Hamparan air yang tampak begitu biasa pada pandangan pertama itu tak lain adalah gerbang menuju Jepang modern. Pembukaan pelabuhan: 2 Juni 1859 (Ansei tahun ke-6) Penjualan es krim pertama di Jepang: 1869 (Meiji tahun ke-2), Basha-michi, Yokohama Tempat pembuatan bir: 1870, Copeland Brewery (Amanuma) Penyalaan lampu gas: 1872 (Meiji tahun ke-5), Basha-michi · Honcho-dori Pembukaan jalur kereta api: 1872 (Meiji tahun ke-5), Shimbashi–Yokohama Dimulainya layanan pertukaran telepon: 1890 (Meiji tahun ke-23), Yokohama–Tokyo

Venue-official content of Yokohama Marine Tower. Supervised by: 横浜マリンタワー 360°.

https://woud.io/marinetower/id/20