Sebelum fajar tiba, di bawah langit yang masih dihiasi bintang-bintang, ratusan lelaki membelah batu. Di atas bukit yang mengawasi lembah
Jawa Tengah, balok-balok
andesit berwarna abu-abu silih berganti dibawa ke sana. Di belakang mereka, dua gunung berapi —
Gunung Merapi dan
Gunung Merbabu — perlahan mengembuskan asap putih ke langit.
Tanah yang berguncang, dan kadang-kadang hujan abu turun menerpa. Tempat yang biasanya membuat orang melarikan diri ini justru dipilih oleh sebuah dinasti. Pada penghujung
abad ke-8, wilayah ini dikuasai oleh
Dinasti Syailendra — yang namanya berarti "Raja Gunung." Bagi mereka, gunung berapi bukan sekadar ancaman, melainkan juga puncak suci tempat para dewa bersemayam.
Para raja tidak menginginkan sebuah candi biasa. Mereka hendak membangun dunia itu sendiri dari batu. Di atas bukit yang kelak akan dikenal sebagai
Borobudur, mereka berniat mengukir miniatur alam semesta.
Lantas, mengapa kerja keras sebesar ini dicurahkan di kaki gunung yang menyemburkan api? Tanah yang bercampur abu vulkanik sangatlah subur, dan padi tumbuh berlimpah. Kekayaan dari beras itulah yang menopang pembangunan selama puluhan tahun. Bumi yang sama memberikan kemakmuran sekaligus mengancam untuk menelan segalanya.
Para tukang batu membelah batu dengan pahat besi, lalu merapikan permukaannya satu per satu. Tanpa paku, tanpa semen, setiap balok disusun saling mengunci satu sama lain, seperti sambungan kayu yang terjalin. Sekitar
dua juta buah batu ditumpuk hanya dengan tangan manusia.
Di antara barisan pengangkut batu itu, barangkali ada seorang pemuda yang belum genap dua puluh tahun. Tali yang menekan pundaknya, dan gemuruh gunung di belakangnya. Sepanjang hidupnya, mungkin ia hanya sempat menyaksikan beberapa undakan dari pembangunan yang begitu panjang itu.
Nama-nama para raja kini hanya tersisa dalam serpihan prasasti yang tak lagi utuh.
Gunung yang mereka percayai masih terus, dengan tenang, mengembuskan asapnya hingga hari ini.
Objek/Subject: Asal-usul pembangunan oleh Dinasti Syailendra
Periode/Period: Akhir abad ke-8 hingga abad ke-9
Dinasti Pembangun/Dynasty: Dinasti Syailendra (berarti "Raja Gunung")
Lokasi/Location:
Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia
Geografi/Geography: Kawasan vulkanik Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, tanah abu vulkanik yang subur
Bahan Bangunan/Material: Andesit sekitar 2 juta buah, disusun tanpa paku maupun semen
Warisan Dunia/Heritage: Situs Warisan Dunia UNESCO (terdaftar tahun 1991)
Situs Resmi/Official Site:
UNESCO World Heritage Centre
Photo: Filipe Freitas /
Unsplash (unsplash)